Aku Ingin Menjadi Wanita Itu

By ara - 4/19/2017



Jujur, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada diriku jika Tuhan tidak mempertemukan kita. Denganmu, aku belajar untuk menjadi dewasa. Denganmu, aku belajar untuk tidak ceroboh. Denganmu, aku belajar untuk menjadi sabar. Denganmu, aku belajar untuk memantaskan diriku.

Karena ada darah malaikat mengalir dalam nadimu. Kapilermu dipenuhi vanilla, venamu dipenuhi lavender. Lalu hatimu dijaga Tuhan untuk Wanita yang lebih baik. Sepertimu yang selalu baik.

Matamu selalu menawarkan kedamaian, bibirmu selalu mengucapkan sunyi, tubuhmu selalu menyelinap semi. Kau terlalu suci hingga Wanita asing tidak pernah bisa menyentuhmu. Kau dipersiapkan oleh Tuhan untuk Wanita yang lebih baik. Sepertimu yang selalu baik.

Aku ingin menjadi Wanita itu. Wanita dewasa dengan dagu tegap serta tangan sigap menggenggam tanganmu lembut kala kita disahkan oleh Tuhan, orang tua, keluarga, serta teman-teman untuk menjadi satu dalam dua tubuh yang tak akan pernah terpisah.

Aku ingin menjadi Wanita yang aku sentuh wajah lelahmu, hingga lelahmu tertidur di pangkuangku. Aku ingin menjadi Wanita yang kau sentuh tangan lembutku, lalu sesederhana seorang wanita, kau mengecup tanganku pada luka yang belum sembuh.

Aku ingin menjadi Wanita yang selalu buatkan kau makanan pagi, tak kala menjadi imamku saat sholat, temanku kala membaca novel, pengingatku kala teh telah habis. Aku ingin menjadi Wanita yang kau ciptakan padaku syair-syair indah, dari bibirmu yang merah, untuk menina-bobokan mu yang lelah.

Aku ingin menjadi Wanita yang kau taburkan bunga ketika orang tua kita sepakat bahwa tanggal pernikahan kita sangat dekat hingga jantung tak henti-hentinya menggetarkan tubuh. Aku ingin menjadi Wanita yang tertegun, gemetar, hampir pingsan menunggu apakah aku mengatakan Iya ketika kamu memutuskan untuk melamarku kelak.


Denganmu, aku belajar banyak hal. Aku memperbaiki diri agar Wanita yang kau inginkan itu menjadi aku di masa depan. Aku memantaskan diri agar tubuhku satu-satunya tubuh Wanita asing yang kau peluk ketika halal. Aku menyabarkan diri agar tidak ada pria lain yang masuk lalu melumat hatiku lamat-lamat.

Jujur, aku tidak tahu apa yang terjadi padaku jika Tuhan tidak mempertemukan kita. Namun sekarang aku tahu.

Pria yang baik untuk Wanita yang baik, begitu kata Tuhan.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar