Pendakian Gunung Merbabu via Jalur Thekelan

By ara - 2/26/2016




Ini ke-3 kalinya gue naik gunung tepatnya awal tahun lalu 2015 yang ceritanya baru gue post setahun kemudian, dan yang sebelumnya gue naik Gunung Papandayan dan Gunung Gede-Pangrango. Yappp... indah bukan main gunung Merbabu ini. Gunung Merbabu merupakan salah satu gunung di Pulau Jawa Tengah yang menjadi tujuan para petualang alam Bebas. Untuk sampai di Puncak Gunung Merbabu, banyak jalur yang bisa kita lewati untuk sampai disana. Karena kebetulan gue ikut bergabung dalam tim Mapala Kampus gue jadi gue melewati jalur pendakian Thekelan. Dusun Thekelan yang menjadi start jalur pendakian ini dapat dicapai dari jalur Magelang atau Salatiga menuju Kopeng. Pendakian wajib melapor dan mengisi formulir data pada Pos Pendataan Thekelan.

Gembel alay

Mhhhh... Persiapan gue terlalu berlebihan gue terlihat seperti pemulung jakarta yang kesehariannya bekerja di sekitaran lereng Gunung Merbabu, So.. ini sekian kaliannya gue menjadi gambel yang berwajah cantik. hahahha.. Lanjut sajaaa yaa.. Gue bermalam dulu di Basecamp Merbabu untuk memulai trakking esok pagi.

Udara dingin mulai terasa dan gue pun mulai norak dengan suhu dingin 15˚ derajat, jadi gue mencoba mandi dulu belum berangkat traking pagi hari. Gue akui memang waktu mendaki gue menjadi sangat gembel dengan kulit mulai kusam dan style baju gue yang tidak membuat pria tergoda pada gue. Mmmhhh .. Jujur saja waktu gue mulai traking Gunung Merbabu niat awal gue kesini adalah untuk mencari Jodoh, tak kala gue adalah orang yang menjomblo selama 1tahun lebih.. Liat aja Muka gue kaya Nenek habis pulang berkebun.

Nenek -nenek pulang berkebun

Posko Pengungsian

Butuh Mata hati Bukan Mata air


Dari Dusun Thekelan perjalan ke Puncak dimulai dengan menju CAMP 2 Pending. Disini terdapat sumber air yang siap diminum tanpa dimasak lebih dahulu , setelah itu melewati sungai kecil bernama Kali Sowo, kemudian menuju Jalan setapak yang sebelah kanannya terdapat tebing yang menjulang tinggi dan berwarna putih yang dinamakan Pereng Putih. Yang biasa dinikmati disini antara lain view tebing putih, Gunung Telemoyo dan Gunung Andong.

Tebing Pereng bukan tebing belek, pele, atau perek

Tebing Pereng bukan tebing belek, pele, atau perek

Bibir kenapa harus ikutan maju gitu? Selfie kekinian

Tebing Pereng bukan tebing belek, pele, atau perek

Sejenak Istirahat sambil berselfie ria bersama para pengungsian, Karena gue menjadi tamu para Mapala Astadeca kampus jadi gue harus punya sebutan nama panggilan gunung. Mmhhh.. akhirnya tercetuslah nama Pereng yang diambil dari tebing yang menjulang tinggi dan berwarna putih. Tapi nama Pereng ini malah dijadikan bahan bully sehingga tercetus kata Pereekk, Pele, daann Belekkkk.. Well, kita lanjut traking aja yaaa..

Rombongan pengungsian

Selanjutnya sampailah pada sebuah bukit kecil yang di sebut Gumuk Menthul, sehingga di beri nama CAMP 3 Gumuk Menthul.

Cium Aroma Ketekku

Cium aku atau kamu aku Cium


Dari tempat ini jalan mulai menanjak dengan kemiringan 30˚ dan diakhiri tanjakan ini terdapat dataran yang agak luas dan dinamai CAMP 4 Lempong Sampan. Daratan ini cocok untuk membuka tenda mengingat lokasinya luas dan terlindung. Udara mulai dingin dan perut mulai merasakan kontraksi hebat sehingga sering kentut kentut dengan gas beracun.


Sibuta dari Goa hantu

Wanita butuh cahaya lebih

Jalan Setapak berikutnya agak menguras tenaga karena curam dan akhirnya sampai Puncak 1 Watu Gubug yang disebut pertapaan ini merupakan pintu gerbangnya SEVEN SUMMIT. Lokasi ini tidak terlalu luas sehingga lebih baik perjalanan diteruskan.

Jalur Putus cinta bukan Jalur lembah kesepian

Kabut sudah mulai naik, gue dan tim gue harus bergegas traking untuk mencari tempat yang bisa untuk bermalam karena cuaca yang sudah mulai tidak mendukung. Hanya saja kita tidak bisa bermalam di Watu Gubug lokasi pertapaan ini karena tempatnya yang misterius, mistis, horor, seram, menyeramkan, berbau menyan, dan banyak bunga kantil dan wanita perut bolong. hahahaha..
Jujur saja, saat gue melewati Watu Gubug gue melihat tanda tanda yang aneh pada batu itu, disana banyak tulisan tulisan misterius yang bertuliskan..

Tulisan Alay

Lihat saja banyak coretan alay yang ditulisakan disana, mungkin itu adalah tanda atau symbol yang menandakan mereka pernah menjalin cinta. Jujur saja gue merasa kasian sama mereka yang menulis seperti itu karena sebenernya gue juga pengen menuliskan perasaan gue saat itu yang khakikatnya gue jomblo. Kata-kata yang ingin gue tulis adalah "Kamu tau betapa aku ingin lulus dalam keadaan punya pacar. tapi kenapa kamu tinggalkan aku hanya dengan satu kalimat. Yaitu Kamu Bau Ketek aku tidak mau lagi jadi pacarmu." Oke Fix jangan terlalu panjang juga karena nanti gue malah nulis paragraf di batu itu. Well, karena gue pendaki yang baik jadi gue menyimpan kata kata itu di tembok kamar gue.

Cuaca mulai hujan dan gue lansung melanjutkan traking. Perjalanan berikutnya sangat menguras tenaga dimana sebagai seorang petualang gue mulai diuji mentalnya. Bukan ujian bagaimana menyatakan cinta, atau ujian seberapa besar cinta kamu kepadaku atau bagaimana kamu bertahan lama sebagai seorang jomblo? Tidaaaaaaaaaakkk , bukan ujian itu tapi.. Ujian dimana kita harus maju terus semangat dan panjang menyerah mencapai puncak tertinggi atau kita harus pulang. Jika kita terus maka akan sampai pada tempat yang sangat indah dan tidak ada duanya serta terdapat bangunan menara milik TNI.

Yappppppp,... Tempat ini merupakan Puncak 2 Watu Tulis atau Puncak Pemancar.

Puncak pemancar

Karena hari sudah mulai gelap akhirnya gue dan tim gue memutuskan untuk berkemah dan bermalam di puncak pemancar. Udara dan cuaca juga sangat tidak mendukung gue untuk melanjutkan traking. Seperti yang gue bilang di sini terdapat tulisan tulisan alay yang disengaja di salah gunakan untuk kepentingan yang tidak baik.

Posko Pengungsian

Orang-orang Pengungsian

Kalau di lihat sejenak gue seperti orang yang mau manasik haji. hahaha.

Siap Terbang dengan jubah nya!

Embun dipagi buta. saat si buta lagi goa hantu

Masih di puncak pemancar dengan udara dingin, saat matahari mulai naik akhirnya kita melanjutkan traking. Jalurnya agak menurun sampai Puncak 3 Geger sapi. Nama Geger sapi diambil karena lokasinya yang mirip punggung sapi dengan jurang yang sangat dalam dikanan dan dikirinya, sehingga tidak disarankan membuka tenda di tempat ini.

ninja hatori lewati lembah, membawa sikat gigi dan sabun mandi eh.. kancutnya hilang

Stamina dan Semangat juga sudah mulai lelah dengan fisik kami yang sudah mulai terkuras abis di jalur ini. Setelah 1 jam berjalan dari Geger Sapi akan sampai di Puncak 4 Syarif. Pemandangan Sunrise, Sunset, Gunung Merapi, Gunung Lawu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan masih banyak yang bisa kita nikmati dari tempat ini.

Jalur Tanjakan cintaku padamu

Jalan lika-liku menuju cintamu

Setelah puas dengan pesona alam disini, kembali kepertigaan dan ambil jalur ke kanan untuk menyusuri puncak 5 Ondo Rante. Karena puncaknya yang curam, hanya orang-orang yang bernyali besar lah yang bisa kesini.
apaun yang terjadi jangan menoleh kebelakang

Puncak berikutnya adalah Puncak 6 Kentheng Songo yang Mempunyai pemandangan yang sama seperti punya Syarif. Namun ada yang unik di tempat ini yaitu 9 batu berlubang yang seolah dipahat yang konon dulunya adalah pondasi tiang rumah. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, dahulu tempat ini merupakan sebuah istana.


Rombongan astadeca

Well, Akhirnya sampai juga yaa Puncak Kentheng Songo 3.157mdpl... Sayang nya waktu sampai Puncak Kentheng Songo ini cuaca mendung dan nggak bagus banget buat selfie.

Sok Jual Mahal

Kalian tahu kan kalau masa masa tahun lalu kehidupan gue jomblo yang sering dibilang ngenes akibat putus cinta berujung bau ketek. Yahhh.. Setiap perjalan gue menuju puncak Ketheng Songo gue selalu menyebutkan "Ya Tuhan semoga Gue ketemu JODOH gue" atau "Ada nggak ya JODOH gue di Gunung Merbabu ini?"

Setapak demi setapak gue selalu mendoakan diri gue menjadi lebih baik. Karena semakin kita berada di tempat ketinggian semakin dekat pula kita dengan Maha Pencipta. Ini sih kata-kata dari gue aja nggak tau yaa bener apa enggak tapii ya Kalian bisa mencoba nya karena kekuatan Pikiran sangat mempengaruhi Perasaan kita.

Sesampainnya gue di Puncak ini gue nggak sendirian banyak para pendaki yang mencoba mendaki Puncak ini. Gue bertemu dengan beberapa orang baru, orang alay, orang yang menuliskan tulisan di kertas dengan kata kata "Makasih ya udah jadi belahan hatiku, atau bahkan Happy Anivesary Sayang mbeeep". Untung nya gue bukan salah satu dari orang orang yang gue ceritakan ini. karena sebenernya gue juga pengen menuliskan seperti itu disebuah kertas tetapi semua tulisan itu tertinggal waktu gue boker di kamar mandi tetangga. Yaa.. jadinya hanya sebuah kertas kosong aja yang gue ambil dari puncak gunung dan gue mulai seldie dengan gaya yang nggak jelas.

ekspresi nahan boker


Gue nggak habis pikir ternyata gue paling alay dari semua orang-orang disini. Gue nggak mengerti apa dengan sebuah kertas kosong gue bisa mengisi kekosangan hati gue atau dengan sebuah kertas kosong ini akan menjadi sebuah cerita baru di lembar yang baruu..
Tsaaaaahhhh.......... Anjaaaaaaaaaaaaayyy............... Tsaaaaadeeeeeesssssss,....

MMmmhh.. ternyata benar setelah gue berfoto dengan gaya nahan boker, akhirnya ada yang mengajak gue selfie tapi gue nggak kenal dengan orang ini, orang alay yang bersama dengan rombongan alay nya..

pria jempol kanan

Orang yang bergaya dengan Jempol kanan nya berdiri ini, memakai pakaian kotak-kotak dengan celana jins, dan selayer coklat di pinggang nya, gue nggak habis fikir kenapa gue bisa ikut di ajak selfie sama orang ini sedangkan gue yang belum siap di ajak foto. Lihat lah betapa mengenaskan gue duduk tergeletak tanpa ada kasihsayang. Sekilas mirip dengan wanita di pengungsian menunggu seseorang memberikan jodoh (pengemis). Oke Gue nggak mau bercerita panjang lebar dengan orang yang mengangkat jempol tangannya seperti orang yang kesepian nggak pernah selfie dengan pendaki gembel macam gue.

Sebenarnya setelah orang ini masih ada lagi orang yang mengajak selfie bareng dengan gue. Tapi sayangnya gue nggak ada fotonya. You Know... Orang yang ngajak selfie gue itu satu rombongan alay yang mengangkat jempol kanannya. Gue rasa rombongan pendaki ini adalah pria pria kesepian yang ingin merasakan berfoto dengan wanita kesepian kaya gue.

Lanjut traking saja lahhh...

para rombongan tour astadeca
Setelah sampai Puncak 7 Triangulasi, lengkap sudah Seven Summit kita lalu. DiPuncak ini sangat terlihat jelas dengan Gunung Merapi tapi sayangnya cuaca sangan mendung dan tidak bersahabat.


apaun yang terjadi jangan menoleh kebelakang



apaun yang terjadi jangan menoleh kebelakang

Setelah melewati Puncak Tringulasi kita disuguhkan dengan sabana yang luasss sekali dengan pemandangan Gunung Merapi yang Indah bukan main.

apapun yang terjadi lihat lah kebelakang
apaun yang terjadi jangan menoleh kebelakang


apaun yang terjadi jangan menoleh kebelakang

Indahnya cinta 

Akhir semua perjalanan ini kita selalu mengambil nikmat dan pelajaran yang ada. “Jangan bunuh sesuatu kecuali waktu. Jangan ambil sesuatu kecuali gambar. dan Jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak”.  “jangan membakar apapun kecuali SEMANGAT” dan ingat "Bawa turun sampah mu… atau TELAN”. Begitulah Pesan gue untuk kalian para pendaki hebat.

Indahnya saling berbagi bersama rombongan SDN putus cinta

Satu lagi nih pesan dari gue buat jodoh gue nanti “Aku akan memperjuangkannya, siapapun dia yang menemaniku di saat aku mendaki, bukan dia yang menungguku di puncak.” –

Dan nggak ketinggalan video yang gue buat untuk kalian semua.



Terimakasi Sudah baca cerita gue, kalau kalian punya cerita seru boleh tulis di koment bawah.


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar